Berita

Air Bersih Bukan Untuk Orang Miskin

Berita kekeringan mulai memenuhi laman media online dan koran. Daerah yang dilanda krisis air bersih tak berubah sejak 11 tahun silam. Penanganan pun sama seperti 11 tahun silam.

Yang terjadi kini semakin bertambah daerah yang krisis air bersih. Daerah hulu pun dilanda krisis air bersih. Debit air berkurang. Jaringan pipa air bersih yang rusak oleh gempa.

Di salah satu koran lokal, masyarakat di hulu menuding ini gara-gara bisnis air kemasan. Di Lombok, pulau kecil yang tak kunjung tuntas masalah air bersih, justru daerah yang banyak memiliki perusahaan air minum dalam kemasan.

Jaringan air bersih yang dibangun pemerintah pada akhirnya juga menjadi bisnis bagi PDAM. Bagi masyarakat yang mengelola sendiri jaringan air bersihnya harus puas dengan kondisi seadanya, kadang pipa mereka bersaing dengan pipa PDAM.

Berbagai proyek air justru demi memenuhi hajat korporasi. Makhluk baru bernama pariwisata juga sangat haus air bersih. Cobalah ke daerah Senggigi, paradoks : kita bisa menikmati mandi di kolam renang air tawar nan bersih dan saat yang sama warga di bagian atas kesulitan untuk sekedar minum.

Di salah satu grup WA beredar potongan aturan baru tentang pengelolaan SDA. Air bersih konon bisa dikelola swasta. Air akan menjadi komoditas yang dibisniskan. Air akan menjadi senjata politik. Air akan menjadi komoditas yang diperebutkan. Pemerintah bisa lebih luas : tinggal menarik pajak dari perusahaan yang membisniskan air bersih.

Bagi anda para calon pengusaha. Mulailah berpikir bagaimana kedepan membangun perusahaan air minum. Selama ada manusia mendiami Pulau Lombok, selama itu pula kantong anda akan dipenuhi duit dari bisnis air.

Bagaimana dengan masyarakat miskin ? Biarkan mereka miskin. Biar ada “ladang” amal jariyah bagi yang menyumbang air bersih. Biarlah biar mereka tetap menjadi sasaran program bagi-bagi air setiap tahun. APBD harus dipakai untuk dropping air bersih. Biarlah mereka, setiap tahun, menjadi headline di media. Biarlah mereka tetap krisis air bersih, toh mereka hanya dibutuhkan saat pemilu dan pilkada. Cukup memperhatikan mereka pada jelang pemilu/pilkada.

Previous post

Penolakan Nama Bandara Karena Kebencian

Next post

TARIAN PARA TELANG KEMBULAN

Fathul Rakhman

Fathul Rakhman

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *