BeritaLeisure

Mendulang Berkah dari Branding Wisata Halal

Penghargaan wisata halal terbaik dunia yang disematkan pada Lombok membawa berkah bagi pelaku pariwisata. Para wisatawan muslim merasa lebih nyaman liburan ke Lombok. Wisatawan nusantara pun mulai mencoba paket wisata halal yang ditawarkan sejumlah agen. Beberapa generasi millenial menangkap peluang itu dengan membuka jasa perjalanan wisata. Nama profesi baru ini cukup keren ditulis : trip planner

*****

KETIKA para pelaku wisata meraba-raba dampak penghargaan wisata halal yang diraih Lombok tahun 2015 silam, lain halnya dengan Herma Suhaini. Sebagai muslimah berhijab dia merasa branding wisata halal itu menjadi peluang baru.

Dia mencoba memosikan dirinya sebagai wisatawan yang baru kali pertama datang ke suatu wilayah, maka dia membutuhkan informasi lengkap. Salah satunya tentang makanan yang halal, tempat ibadah, kenyamanan, dan paket wisata keluarga. Untuk meyakinkan tamu-tamu muslim tentu saja tidak sekadar menjelaskan kepada mereka bahwa Lombok dikenal sebagai pulau seribu masjid.

Akhirnya, ketika Lombok mendapat penghargaan World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination, reputasi Lombok sebagai pulau seribu masjid mendapat legitimasi publik. Terlepas dari pro kontra, legitimasi yang diberikan langsung dari lembaga internasional itu melambungkan nama Lombok.

Penghargaan itu bisa menjawab kekhawatiran para calon wisatawan yang hendak berkunjung ke Lombok. Herma mulai getol mempromosikan paket wisata halal. Walaupun namanya bukan paket wisata halal, profil Herma sebagai muslimah berhijab bisa meyakinkan para tamu muslim dan tamu keluarga. Paket wisata ini diperuntukkan bagi rombongan keluarga, pasangan suami istri, dan para para muslimah traveller. Walaupun membranding diri sebagai guide para muslimah traveler, Herma masih menerima tamu “konvensional”.

Berawal dari seorang blogger yang gemar travelling, Herma mulai merambah bisnis pariwisata. Bersama suaminya dia mengelola Sasambo Tour (www.sasambotour.com) . Memanfaatkan media sosial dan website, Herma hampir tiap pekan mengabarkan informasi seputar pariwisata Lombok–Sumbawa. Bukan sekadar jualan, tapi informasi yang disampaikan itu bisa bermanfaat bagi wisatawan.

Dia tidak pernah mematok orang yang membuka website, blog, dan media sosial yang dikelolanya akan menjadi tamunya. Walaupun tak sedikit para tamu yang menggunakan jasanya tahu dari media sosial dan website. Para wisatawan juga tahu kalau Herma menyediakan paket wisata halal.

berkah wisata halal

Seperti beberapa waktu lalu, satu rombongan keluarga terdiri dari bapak, ibu, dan anak-anaknya menggunakan jasa Herma. Mereka tahu Herma adalah muslimah, sehingga keluarga wisatawan itu nyaman dan yakin dengan tawaran paket wisata halal yang ditawarkan.

Herma pun menjelaskan rute yang akan ditempuh, termasuk juga tempat ibadah. Begitu juga dengan aktivitas yang akan dilakukan selama liburan bisa disampaikan dengan baik. Tamu itu semakin yakin dengan predikat Lombok sebagai destinasi wisata halal tingkat dunia.

Pengalaman Herma, dia sering dikontak oleh wisatawan yang menginginkan paket wisata halal. Artinya mereka teliti soal makanan, penginapan, dan tempat ibadah.  Tidak sedikit juga wisatawan bercerita kalau mereka mendengar kabar Lombok mendapat penghargaan sebagai destinasi halal terbaik dunia. Penghargaan itu pula yang membuat mereka penasaran dan akhirnya tertarik datang ke Lombok.

lembah sembalun berkah wisata halal

Pusuk, Lembah Sembalun

Herma sering dibooking oleh wisatawan Malaysia. Selain pantai, mereka juga sering meminta diantar ke Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Selain menikmati keindahan alam Sembalun, wisatawan  Malaysia juga sering mendaki bukit Pergasingan dan bukit Nanggi. Dua bukit ini memang menjadi ikon Sembalun untuk pendakian pendek. Bukan sekadar dikenal di wisatawan nusantara saja, tapi sudah merambah ke wisatawan mancanegara.

Wisatawan dari Malaysia sebagian besar wisatawan muslim. Ada kencederungan mereka lebih banyak menghabiskan waktu di Lombok. Sebelumnya wisatawan Malaysia banyak menghabiskan waktu di Bali. Tapi dengan branding wisata halal Lombok, mereka tertarik ke Lombok. Bukan sekadar keindahan pantai, dari sisi kenyamanan dalam makanana dan tempat ibadah menjadi pertimbangan mereka.

Menurut Herma, sebagai pulau dengan mayoritas penduduk muslim terbesar, Lombok mau tidak mau harus mengangkat citra sebagai destinasi halal. Destinasi halal ini di satu sisi bisa menarik perhatian calon wisatawan muslim. Di satu sisi tidak mengganggu wisatawan konvensional. Ketersediaan tempat salat, tempat wudu, makanan yang sudah bersertifikat halal tidak akan menggangu wisatawan konvensional. Sementara bagi wisatawan muslim, jaminan kehalalan itu sangat penting. Mereka lebih nyaman ketika mudah mengakses tempat ibadah dan makanan yang halal.

Negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Brunei Darussalam adalah pasar potensial wisata halal. Apalagi dengan adanya penerbangan langsung Lombok – Malaysia dan sebaliknya, memudahkan wisatawan liburan ke Lombok.  Wisatawan dari Timur Tengah pun mulai membidik Lombok. Tentu saja bagi para pelaku wisata di Lombok, perlu menyesuaikan diri dengan bahasa wisatawan Timur Tengah. Sementara wisatawan dari Malaysia bisa diajak berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia karena masih bisa dimengerti oleh wisatawan Malaysia yang berbahasa Melayu.

“Tantangan kita meningkatkan kemampuan untuk memberikan pelayanan pada wisatawan,’’ kata Herma.

Jauh di ujung selatan Lombok Timur, tepatnya di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Wak Amat setiap pekan nyaris tidak libur. Nelayan yang banting stir menyediakan perahu untuk wisatawan ini merasakan dampak pariwisata. Jika dibandingkan dengan penghasilan menangkap ikan, hasil pariwisata lebih menguntungkan.

berkah wisata halal

Saban hari, Wak Amat melayani wisatawan dari Malaysia. Hari lain dia dikontak wisatawan dari Jakarta. Tidak sedikit wisatawan yang menghubunginya tanpa melalui travel agent. Nomor handphonenya sudah tersebar di wisatawan. Biasanya para wisatawan saling merekomendasikan.

Ramainya wisatawan inilah yang membuat Wak Amat total melayani wisatawan. Jika awal-awalnya terjun di sektor wisata dia masih sempat mencari ikan. Kini total untuk pariwisata. Begitu juga dengan nelayan-nelayan lainnya di Tanjung Luar. Dulunya mereka nelayan yang merangkap guide yang melayani rute ke Pantai Pink, Pulau Pasir, Gili Petelu dan spot lainnya di kawasan selatan Lombok Timur itu. Tapi kini mereka total di pariwisata.

“Perahu untuk penumpang (wisatawan) kami pesan khusus. Dulu hanya beberapa orang, sekarang belasan orang,’’ katanya.

Di Gili Beleq, Desa Pare Mas, Kecamatan  Jerowaru, Muhsan, pemilik lesehan terapung ikut menikmati manisnya pariwisata. Setiap Sabtu dan Minggu lesehannya selalu penuh. Di hari kerja tidak pernah sepi sama sekali. Wisatawan yang berlibur melalui jalur laut singgah makan di lesehannya. Posisi lesehan yang berada di tengah laut juga menjadi daya tarik tersendiri.

Muhsan membangun lesehan itu memang dihajatkan untuk menarik wisatawan. Kemunculan lesehannya bersamaan ketika pantai dan laut selatan Lombok Timur popular dijelajahi melalui jalur laut. Keberadaan lesehan apung itu menyebar dari mulut ke mulut.  Lesehan itu tidak hanya dikunjungi wisatawan lokal, tapi beberapa kali disinggahi wisatawan mancanegara. Wisatawan dari Malaysia dan Eropa pernah singgah di lesehan apungnya.

Merasakan nikmat dari pariwisata, Muhsan yang sebelumnya menangkap ikan hingga perairan Jawa memutuskan berhenti. Dia fokus di sektor pariwisata. Pariwisata memberinya penghasilan lebih dari cukup jika dibandingkan mencari ikan.

********

Tahun 2016 kembali Lombok diganjar penghargaan internasional untuk wisata halal. Kali ini tiga penghargaan sekaligus diraih. Desa Sembalun terpilih sebagai destinasi bulan madu halal terbaik (World’s Best Halal Honeymoon Destination), Novotel Lombok Resort & Villas sebagai resor halal tepi pantai terbaik (World’s Best Halal Beach Resort), dan situs www.wonderfullomboksumbawa.com sebagai situs pariwisata halal terbaik dunia (World’s Best Halal Travel Website). Penghargaan dua tahun berturut-turut ini semakin melambungkan nama Lombok. Tak lama setelah selebrasi kemenangan itu, Lombok menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional pada Agustus 2016. Masjid Hubbul Wathan Islamic Center yang berada di jantung Kota Mataram menjadi ikon destinasi halal di Lombok.

Kemenangan dua tahun berturut-turut ini membawa Lombok menjadi ikon baru wisata halal di Indonesia. Menyebut wisata halal di Indonesia, berarti menyebut Lombok. Wisata halal menjadi mantra baru pengembangan wisata di Lombok, bahkan kini di beberapa daerah di Indonesia. Pemerintah semakin semangat menggelar promosi dan menggelar berbagai event. Semua dibungkus dalam kemasan wisata halal.

Bermain Bareng Nemo di Gili Kondo
Previous post

Bermain Bareng Nemo di Gili Kondo

Selamat Dari Perang Suriah, Hajar Berjuang Menyelamatkan Ekonomi Keluarga
Next post

Selamat Dari Perang Suriah, Hajar Berjuang Menyelamatkan Ekonomi Keluarga

Fathul Rakhman

Fathul Rakhman

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *