BeritaHumaniora

Sejarah Singkat Asosiasi Pokdarwis Lombok Timur

Yogi Islandta

Pegiat dan Peneliti Pariwisata

 

 

Dalam rangka musawarah daerah (Musda) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lombok Timur yang akan dilaksanakan pada hari kamis tanggal 14 November 2019 di Bale Abang, Pesanggerahan Timba Nuh, formatur Pokdarwis dan ketua panitia Musda Mirzoan Ilhamdi dengan sekretarisnya Royal Sembahulun memandang penting untuk merevitalisasi gerakan penyegaran asosiasi pokdarwis dalam dinamika perkembangan pariwisata Lombok yang begitu pesat.

Bagaimanapun juga Pokdarwis merupakan salah satu ujung tombak sentral atas lahirnya beraneka ragam produk pariwisata yang tengah di nikmati hari ini. maka melalui MUSDA ini kemudian dapat memicu sinergitas berbagai elemen dan stakeholder yang lain untuk dapat merumuskan perencanaan pariwisata yang lebih konkrit dan berkeadilan sehingga aspek lingkungan, sosio-kultur, dan pendistribusian kesejahteraan dapat tercapai sesuai dengan UU Kepariwisataan No 10 tahun 2009.

Merefleksi kembali bahwa Pokdarwis yang sekaligus menjadi kaki tangannya Kementerian Pariwisata melalui Dinas Pariwisata masuk di Lombok Timur pertama kali di Tete Batu pada tahun 2010 yang dibawa oleh uncle Kus dengan SK Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jika dilihat dari Kontribusinya, uncle Kus sudah sejak lama menggerakkan pariwisata di Tete Batu jauh sebelum adanya pokdarwis.

Kemudian jika di tinjau dari periodenya, Pokdarwis memang relatif baru dibanding dengan kifrah tokoh-tokoh senior pariwisata Lombok Timur yang telah bergerak sejak tahun 1970an. Seperti H. Radiah Lendang Nangka, Soejono Tete Batu, Ninik Tawaf masbagik, Hati Suci Sapit, dan kawan kawan seperjuangan lainnya. Sejarah tidak boleh dilupakan begitu saja, mestinya tokoh-tokoh pioner pariwisata Lombok Timur harus di inventarisasi sebagai legenda dan diberikan apresiasi legal formal dari pemerintah karena merekalah yang membuka gerbang itu.

Gili Petelu, salah satu destinasi pariwisata di Lombok Timur
@FathulRakhman

Selanjutnya untuk memperluas gerakan pokdarwis dengan semangat membangun pariwisata melalui bawah (bottom-up), Uncle Kus mengajak kawan-kawan dari Tete Batu seperti Bram Ramli, dan Jaya ikut mengadakan jambore pertama Pokdarwis yang bertempat di Lendang Nangka pada tahun 2013 pada era kepemimpinan pak H Gufran sebagai kepala Dinas Pariwisata.

Berawal dari periode inilah cikal bakal pokdarwis mulai menjadi perhatian serius oleh pemerintah kabupaten Lombok Timur. Walaupun pada kesempatan tersebut pengembangan pariwisata sangat terbatas. Namun disnilah awal mula perumusan asosiasi pokdarwis yang saat itu bernama forum pokdarwis yang diketuai oleh Wendi Sazali Lendang Nangka (2013-2016) dilanjutkan oleh bapak fadli dari Tete batu (2016-2019).

Merefleksi era kepemerintahan Ali BD periode 2013-2018 yang dalam hal ini kepala dinas pariwisata silih berganti 4 kali membuat transisi jabatan kepala dinas pariwisata tidak jelas. Namun terlepas dari hal tersebut, yang mengurus soal pokdarwis dari Dinas Pariwisata Lotim terus konsisten melalui keaktifan bapak Ahyak Mudin turun ke lapangan.

Seketika dibentuk bidang pengembangan kapasitas 2017 semakin memperkuat sarana jalur komunikasi pokdarwis dengan dispar lotim. Sehingga siapa yang tidak mengenal Ahyak Mudin. Gerakan pendampingannya yang terkenal membumi membuatnya begitu populer bahkan kalangan pokdarwis lebih mengenang namanya dari pada nama kepala dinas pariwisata saat itu. Hal ini kemudian menjadikan persepsi pemuda terhadap citra dinas pariwisata cukup baik.

Pada era kempimpinan pak Ahyak Mudin mampu menginspirasi pokdarwis cukup signifikan dari ujung selatan sampai utaranya Lombok Timur. Gagasannya tentang pariwisata yang renyah, praktis, mudah dipahami membuat masyarakat secara massif terlibat mensukseskan program pariwisata di desa masing-masing.

Tak heran ia memiliki pengaruh cukup signifikan atas kontribusinya sebagai pejabat pemerintah yang tetap aktif turun kepalapangan memberdayakan masyarakat. Setelah ia di non-jobkan pada awal tahun 2019 dari 20 tahun mengabdi di Dinas Pariwisata tak menyurutkan semangatnya untuk tetap mendampingi masyarakat sadar wisata.

Dari sekian pokdarwis terbentuk, maka semakin menggaerahkan keinginan yang kuat dari kalangan pokdarwis untuk membentuk asosiasi pokdarwis lotim yang lebih serius. Cita-cita lama dalam wadah tersebut dimaksudkan untuk mencakup jejaring semua pokdarwis lotim dengan dasar penguatan kebersamaan antar kelompok satu dengan kelompok yang lain. Selanjutnya dapat membentuk sistem kerja integrasi dalam memajukan pariwisata Lombok Timur yang terkoneksi dan harmoni.

Cukup lama impian itu berada di ambang pintu melalu forum pokdarwis yg telah di bentuk. Namun sayangnya kekuatan legal formal dari forum pokdarwis belum juga diperhatikan dengan serius. Sehingga simpang siur administrasi tidak bisa dipertanggung jawabkan dengan valid.

Semasa jabatan ketua Forum Pokdarwis kedua yaitu bapak Fadli ia cukup intens melangsungkan aspirasi pokdarwis dengan program-programnya kepada pemerintah baik kabupaten Lombok Timur maupun propinsi bahkan pusat. Dari penampilannya yang cukup sederhana dan model komunikasi yang cukup unik membuat dirinya sebagai ketua forum yang mampu melebur dengan masyarakat.

Kerap juga Fadli dipercaya sebagai jembatan informasi dari pemerintah turun ke bawah untuk pokdarwis. Namun pada tanggal 19-20 Oktober pada kegiatan temu kangen pokdarwis yang sekaligus membahas evaluasi forum pokdarwis dikabarkan bahwa Fadli menyerahkan jabatannya kepada ketua forum pokdarwis yang akan terpilih nanti. Lagi-lagi pro-Kontrapun terjadi untuk mempertanyakan keabsahan forum pokdarwis ini.

Geliat pelaku dan penggiat pariwisata yang sempat hadir pada kegiatan temu kangen pokdarwis Lombok Timur yang diadakan di Jurit dengan tegas meninjau kembali peran forum pokdarwis terhadap keberlangsungan program-program pemerintah daerah untuk dapat terus di tindak lanjuti dengan semangat kaderasisasi yang baik terutamanya kepada pokdarwis di masing-masing desa.

Inti sari dari hasil diskusi perwakilan masing-masing pokdarwis pada kegiatan tersebut adalah memantapkan kembali gerakan forum pokdarwis sesuai dengan prosedur yang ada, menyusun AD, RT dan program kerja yang jelas serta sinkron dengan perencanaan pariwisata baik pemerintah daerah dan pusat sehingga program dan modal SDM yang dimiliki pokdarwis dapat berjalan efektif. Pada kesempatan tersebutlah nama forum pokdarwis di usung menjadi asosiasi pokdarwis yang kemudian nanti disempurnakan dalam Musda.

mendaki di bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok Timur.
@fathulrakhman

Di sisi yang berbeda, semangat baru hadir dalam dinas pariwisata Lombok Timur yang dipimpin oleh Dr. Mugni. Dari beberapa pertemuan pariwisata dan undangan secara internal, saya mencoba menggali gagasan pariwisata yang akan dilahirkan oleh bapak Dr.Mugni melalui latar belakang dan trek recordnya. Rupa-rupanya beliau bukan tokoh baru dalam dinas pariwisata karena sebelumnya pernah menjabat sebagai sekretaris.

Ia juga merupakan kalangan santri yang giat mengangkat kearifan lokal dan tradisi pesantren. Adapun dalam visinya, nampak ada tawaran baru dalam konsepsi pariwisata yang coba dihasilkan. Salah satu produk pemikirannya adalah merumuskan branding pariwisata Lombok Timur yang saat ini dikenal dengan Pesona Gumi Selaparang.

Saya sadar masih belum tau persis isi dari produk branding pesona gumi selaparang tersebut. Skemanya seperti apa, model visualisasi dari keberagaman daya tarik wisatanya bagaiamana, serta potensi dari uji kelayakan segmen pasarnya bagaiamana.

Saya berharap ada sejenis panduan teknis yang diberikan ke pokdarwis lotim untuk bersama memahami konsep branding itu dengan detail. Namun karena gerakan kepala dispar kali ini berada pada langkah awal, jadi kita tunggu saja bagaimana inovasi-inovasi yang di berikan ke pokdarwis.

Bersamaan dengan itu, kehadiran pak Hadi Jayari yang menjadi kepala bidang pengembangan kapasitas dalam hal ini juga mengendarai pokdarwis tentu sangat di nantikan gerakannya oleh pokdarwis. Kita patut sadari bahwa masing-masing mempunyai ciri khas gaya kepemimpinan tersendiri.

Maka sebab itu, Pokdarwis Lotim saat ini tidak sekedar berjalan tapi berlari berlomba2, tentu sangat di butuhkan kecermatan memberikan maping mind mau di bawa kemana pokdarwis lotim itu. starting point sampai menuju finish harus di ketahui dengan leluasa agar tujuan bersama dapat tercapai.

Gili Kondo, Sambelia, Lombok Timur. Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi
@fathulrakhman

Saya pikir memang tidak mudah untuk membangun relasi dan fondasi, butuh usaha ektra untuk tetap mendekatkan diri kepada masyrakat agar dapat memahami situasi dan kondisi yang real di tengah pergeliatan pariwisata di Lombok dalam masyarakat yang majemuk.

Menggali lebih jauh soal musyawarah daerah (Musda) Pokdarwis Lombok Timur, terasa ada yang ganjil. Musda ini sendiri hasil mufakat ikhitar bersama sejak tahun 2013 silam oleh pokdarwis demi terciptanya asosiasi pokdarwis yang berkelanjutan. Empat hari lagi Musda akan di laksanakan, semua kebutuhan dan perlengkapan tengah di siapkan oleh panitia. Antusiasme pokdarwis sangat terlihat dari keaktifan berdiskusi persiapan lewat musawarah tatap muka dan grup sosial media.

Sementara dari kalangan pemerintahan khususnya Dinaspariwisata belum memberikan tanda-tanda pertukaran pikiran, rekomendasi program, akselerasi model pengembangan SDM/SDA kedepan, dan lain sebagainya. Akun resmi dinas pariwisata juga masih belum mempublish kegiatan Musda tersebut.

Kedua anggaran dari pelaksanaan Musda ini melalui donasi masing-masing pokdarwis secara sukarela sambil mencari donatur yang lain, untungnya Kabid Pengembangan Kapasitas ikut menyumbang. Ketiga pokdarwis sangat membutuhkan pernyataan, sikap dan peran pemkab lotim dalam memberi dorongan kepada Asosiasi Pokdarwis yang telah mengukir pariwisata di Lombok Timur melalui MUSDA ini.

Terakhir, semoga kegiatan MUSDA POKDARWIS LOTIM ini berjalan dengan baik dengan keterlibatan semua unsur dan support semua pihak serta sinergitas bersama dalam semangat juang membangun pariwisata Lombok timur yang berkadilan dan berkelanjutan. Sukses MUSDA POKDARWIS LOTIM.

 

Previous post

Karena Tangan di Atas Lebih Baik  

Next post

Parhan, Guru Honorer SD di Pedalaman Tambora

Mayung

Mayung

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *