Inspirasi

SOLUSI PARIWISATA INDONESIA DI TENGAH ANCAMAN WABAH VIRUS CORONA

Oleh : Taufan Rahmadi*

Pariwisata Indonesia  di tahun 2020 ini dihadapkan pada cobaan dengan  mewabahnya Virus Corona yang hingga saat ini telah menyebabkan jutaan orang di China harus di karantina , puluhan orang harus meregang nyawa, dan ribuan orang masih berada dalam kondisi kritis , informasi terakhir sudah ada 13 negara yang mengkonfirnasi adanya temuan virus ini , yaitu : Kanada, China , Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan , Taiwan , Thailand , Amerika Serikat , Vietnam , Nepal , Perancis, dan Australia.

Pemerintah Indonesia seperti yang disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi , bahwa Indonesia dalam menghadapi Virus Corona ini telah melakukan langkah – langkah penanggulangan sebagai bentuk kewaspadaan untuk mencegah masuknya Virus Corona ke wilayah Indonesia, ada 135 thermo scanner yang telah diaktifkan di 135 pintu masuk Indonesia, dan 100 rumah sakit rujukan sudah pula disiiapkan untuk menampung pasien dengan dengan gejala terjangkit virus ini.

Tidak bisa untuk dihindari bahwa pariwisata Indonesia sudah mulai terkena dampaknya, pembatalan perjalanan wisata dari dan ke China sudah mulai terjadi , seperti yang diakui Pauline Suharno Sekjend Asosiasi Travel Agent Indonesia ( ASTINDO ) bahwa akan terjadi penurunan drastis kunjungan wisatawan China yang disebabkan telah terjadi pembatalan besaran-besaran terhadap rencana kunjungan wisata mereka ke Indonesia.

Menghadapi situasi seperti ini apakah langkah – langkah strategis yang perlu dilakukan agar Pariwisata Indonesia bisa memiliki daya tahan dan terselamatkan dalam menghadapi krisis wabah virus corona ini ?

  1. Meraih pengakuan WHO sebagai negara yang bebas Virus Corona

Bila mengacu kepada UNWTO bahwa krisis dalam dunia pariwisata itu terbagi atas 5 katagori krisis , yaitu : krisis lingkungan , krisis sosial dan politik , krisis kesehatan, krisis teknologi dan krisis ekonomi.

Wabah Virus Corona masuk dalam katagori krisis kesehatan , seperti halnya Flu Avian  SARS, dan Ebola yang pernah juga membawa dampak pada krisis pariwisata secara global.

Indonesia yang letaknya  berdekatan dengan negara – negara yang sudah teridentifikasi  wabah virus corona ini harus bisa membuktikan bahwa langkah – langkah pencegahan yang diambil mampu untuk menjamin bahwa destinasi-destinasi pariwisata di Indonesia aman dan nyaman dari bahaya virus corona,dan jaminan tentang bebasnya Indonesia dari Virus Corona ini  diperkuat oleh WHO sebagai lembaga kesehatan dunia.

  1. Memperkuat Peran Media

Peran media adalah sangat berpengaruh di dalam menjelaskan kepada publik, dalam hal ini wisatawan, terkait informasi yang valid tentang virus corona ini, termasuk menjelaskan langkah – langkah taktis yang telah dilakukan oleh para pemegang kebijakan baik di tingkat pusat dan daerah untuk memastikan destinasi pariwisata terbebaskan dari virus corona .

Dengan peran media yang terorganisir dengan baik diharapkan dapat memberikan nilai positif dalam penanggulangan wabah virus corona.

  1. Memperkuat Peran Masyarakat dan Stakeholder Pariwisata

Adalah hal yang penting untuk bisa menghadirkan rasa tanggung jawab bersama terkait keamanan dan kenyaman wisatawan di masyarakat dan stakeholder pariwisata.

Pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana memberikan pertolongan pada saat sakit, melayani dengan baik , berkomunikasi dengan santun , bagaimana merespon issue akan sangat menolong untuk menjaga kondusifitas didestinasi pariwisata pada saat terjadinya krisis.

  1. Diversifikasi Market dan Produk pariwisata

Belajar dari wabah virus corona ini Indonesia tidak bisa lagi untuk bergantung pada satu segmen market wisatawan saja , kebijakan pemasaran pariwisata tidak saja harus mempertimbangkan sisi ekonomi tetapi juga mempertimbangkan faktor – faktor kesehatan global yang  berhubungan dengan negara darimana wisatawan itu berasal.

Tentang produk pariwisata, seperti  paket wisata, penginapan, kuliner, oleh-oleh , selain faktor kreatifitas, keamanan, kenyamanan juga harus mengontrol ketat standard kesehatan  di dalam menyajikannya kepada wisatawan.

  1. Memperkuat Mitigasi Pariwisata

Tidak sekali ini Pariwisata Indonesia dilanda krisis yang disebabkan oleh berbagai kondisi force majeur , sebut saja Gunung Meletus , Gempa Bumi, Terorisme, banjir , blackout Listrik dan sekarang wabah virus corona.

Mitigasi tentunya tidak hanya berbicara pada saat kejadian , melainkan juga termasuk langkah-langkah pencegahan , dan langkah – langkah pemulihan setelah krisis terjadi.

Dengan Mitigasi Pariwisata yang kuat dan tersosialisasi dengan baik diharapkan bisa mengurangi kepanikan dan menghadirkan langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi crisis dilapangan.

Lima langkah solusi diatas merupakan opini penulis  yang mengacu kepada Report UNWTO dan COMCEC tentang Risk & Crisis Management in Tourism Sector : Recovery from Crisis in the OIC Member Countries ,yang diharapkan dapat bermanfaat di dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepat dalam memajukan Pariwisata Indonesia di masa depan.

 

Untuk Pariwisata Indonesia,

Always Survived, Always Wonderful

 

  • | Tourism Activist | Founder GENPI & Temannya Wisatawan
Previous post

Hati Riang Saat Jualan Laris

Next post

WALHI Tolak Kereta Gantung Rinjani

Mayung

Mayung

No Comment

Leave a reply